Spotify Menurut Saya...

Image
Saya sudah kenal musik dari jaman SD. Ayah saya suka dengan musik, jadi musik selalu hadir di hari-hari saya. Dulu masih menggunakan kaset, lalu berkembang ke CD, ada variannya VCD, DVD, dan yang bajakan melalui MP3 pun banyak. Perkembangan pemutar musik pun ikut berubah. Dari yang awalnya radio-tape, lalu Walkman, MP3 player, iPod, dan sekarang banyak disematkan aplikasi pemutar musik di ponsel yang kita gunakan. Karenanya, dulu setiap berangkat atau pulang kerja, musik selalu menemani saya selama perjalanan. Karena dulu saya pengguna angkutan umum, sehingga musik menjadi teman perjalanan saya.

Sekarang ini selain pemutar musik yang disematkan di ponsel, yang mana kita harus memasukkan lagu-lagu andalan kita ke ponsel, muncul aplikasi pemutar musik yang memiliki beragam lagu secara daring alias online dan kita bisa langsung mendengarkannya dengan bantuan koneksi internet. Sebut saja aplikasi Joox, Spotify, Apple Music,  Deezer, dan masih banyak lainnya. Namun dari beragam macam aplik…

Lihat Instagram

Mau Pulang


Jumatan hari ini ada yg bikin saya sedikit meringis. Hiks...

Waktu khutbah akan selesai, dimana akan lanjut ke shalat Jumat, ada rengekan anak kecil yg minta pulang ke ayahnya. Saya samar-samar melihat anak itu, walaupun ada tepat di kanan belakang saf saya duduk, karena saya tidak berani memerhatikan anak itu. Perkiraan saya sih berumur 2 tahun, buktinya dia bisa bicara bilang mau pulang. Ayahnya namun gak ngijinin pulang karena mungkin tanggung akan shalat Jumat.

Ketika kumandang Komat selesai, anak itu mulai nangis, merengek-rengek minta pulang, dan ayahnya tetap tidak mau mengantar pulang. Dan jamaah yg lain hanya bisa memandang sekilas, mungkin dengan berbagai tanggapan di kepalanya masing-masing. Takbir bergema, shalat Jumat akhirnya ditunaikan dengan bersamaan tangisan anak kecil itu. "Pulang.... Pulang... Hiks.. Hiks... Mau pulang..."

Duh, sampai akhir shalat Jumat tuh anak kecil tetep nangis. Cukup terdengar lah ke semua jamaah. Hmm... Dalam pikir saya, kenapa juga nih ayah ngajakin anaknya yg belum tau apa-apa? Kenapa tidak diberi penjelasan dulu mau kemana, dan akan melakukan apa? Kan biar anaknya bisa mengerti, dan mau untuk diam tanpa perlu nangis hanya untuk meminta pulang. Entahlah siapa yg salah. Ayahnya, anaknya, atau para jamaahnya yg juga tidak membantu 'menghilangkan' tangis si anak.

Hiks...

21:06 26/12/2008

Comments

Popular posts from this blog

Kartu Member

Modus Penipuan Pembeli Online

Body Art