Posts

Showing posts with the label utankayu

I Like To Move It (Behind the Scene)

Image
Pindah dari satu tempat tinggal ke tempat tinggal lainnya bukan perkara yg mudah. Kalau cuma ikut nginep satu dua kali sih gampang, gak pake bawa ini itu. Nah ini, kalau mesti pindah tempat tinggal, berarti barang-barang kita semua mau gak mau juga ikut dibawa dong? Kepindahan saya tentu saja harus disertai dengan barang-barang saya. Awalnya saya 'cuma' mau bawa beberapa pakaian, dan buku-buku yg saya punya. Taunya, ada tawaran untuk membawa perlengkapan yg sekiranya diperlukan dari Om saya, dan terpikirlah kasur, bantal, serta kipas angin! Yup... Dengan izin Om saya, akhirnya barang-barang yg direncanakan sudah akan saya bawa sebelumnya, bertambah dengan kasur, bantal, dan kipas angin. Tunggu dulu, setelah itu saya baru kepikiran, bawanya pakai apa? Setelah tidak mungkinnya dibawa dengan motor, tercetuslah menggunakan taksi. Dan tanpa diduga, setelah semua barang dikemas, oh banyak sekali jumlahnya! Bagasi taksi Burung Biru itu penuh dengan kasur, bantal, tas-tas berisikan ba...

I Like To Move It

Image
Ada yg berbeda dengan rute perjalanan saya hari ini. Rute perjalanan kerja saya biasanya adalah Utan Kayu menuju Komplek, lalu menuju Kelapa Gading. Tapi hari ini, ada yg berbeda. Dari Balai Rakyat Tugu, menuju Mall Artha Gading, lalu menyambung ke Kelapa Gading. Ada apa gerangan? Yup... Tentu saja alasan yg paling mudah adalah karena saya lagi maen ke kosan teman.Tapi ini bukan karena itu, karena setahu saya, saya tidak punya teman yg tinggal di daerah-daerah situ. Kenapa ayo? Karena saya sekarang dah tinggal di kosan sendiri... Hihihi...Mencoba untuk bisa mandiri. Haha... Padahal karena rumah yg sebelumnya saya tinggali, alias rumah Bibi saya, akan direnovasi. Jadi, mau tidak mau saya harus kos. Yah, lumayan untuk belajar... Foto bawah, dikosan, dengan banyak yg begitu banyak  (to be continued) ;p

Lagi-lagi Pahit...

Image
Senin lalu, 20 Okt 2008, sehabis pulang kerja shift pagi, saya langsung jalan ke kosan temen saya. Ya, biasa sih. Dah ketemuan, banyak ngobrol-ngobrol, curhat, dan banyak makanan yg pasti. He he... Tapi saking betahnya, saya sampai mesti pulang jam 9 malam lewat. Kalau dipikir, memang gak terlalu malam juga sih. Tapi, yg jadi masalah adalah, karena saya gak bawa kendaraan bermotor, dan besok saya mesti kerja shift pagi lagi. Jadilah saya memaksakan pulang jam 9 malam. Dari awal saya s udah yakin kalau setelah sampai terminal Rawamangun, pasti sudah gak ada lagi metromini 46/49 yg lewat Utan Kayu. Benar saja, sampai jam 9.45 malam, saya gak nemuin tuh metromini. Jadilah saya berinisiatif untuk naik taksi. Yup, taksi. Memang mungkin terdengar terlalu sok untuk seorang saya yg hanya pekerja toko. Tapi, taksi memiliki kenyamanan yg lebih dibanding saya mesti naik bajaj. Toh, ongkos taksi dari terminal Rawamangun ke Utan Kayu saya yakin ga lebih dari Rp 50.000. Dengan waspada, setiap detik ...