Akhir, Pasrah, Terima Kasih
Berat rasanya harus mengakhiri suatu hubungan, dimana dalam hubungan itu kita sudah mengarungi suka duka bersama, menghabiskan sisa malam bersama, dan berbagai kebersamaan yg membawa bahagia. Tapi apa mau dikata, ketika kata perpisahan terucap dari dirinya, sakit hati ini. Kekecewaan yg dulu sempat pudar, kini kembali hadir. Rasa kecewa itu langsung menyeruak dalam diri, membuat hati ini kesal dengan dirinya. Membuat jiwa ini bergejolak, ingin menentang semua alasan yg keluar dari dirinya. Yg menyakitkan dari semua ini, ketika dirinya tidak bisa menjawab satu pertanyaan saya, "Kamu gak pernah nganggap aku ya?". Tetes air mata mengalir dari dirinya, membuat hatiku kesal, sedih, karena kesedihan ini milik kita berdua. Saya dan dia, aku dan kamu. Langkah kakinya saat itu tergesa sambil terus mengusap tetes-tetes air matanya. Diri ini sekarang pasrah dengan apa yg diinginkannya. Semoga saja saya bisa menerima ini, walau pada kenyataannya, diri ini tak ingin melepaskannya. Diri...