Penolakan
ku tak rasakan itu saat penolakanku ku tak pikirkan apa rasa hatimu karena ku yakin memang tak pas dengan hatiku ku tak tahu rasanya penolakan itu ku tak tahu sakitnya rasa penolakan itu sampai kau yg ucapkan kata penolakan itu dengan menggunakan perumpamaan lain kau ucapkan penolakan itu halus sekali, sopan, santun kau berhasil membuatku merasakan penolakan itu kau berhasil membuat penolakan menjadi senjata peruntuh kalbu sekarang aku pun masih memikirkanmu begitu kuat prinsipmu yg tidak sesuai dengan pribadiku ku yakin kau kan dapat yg baik untukmu karena kau seorang yg baik terima kasih untuk semua itu kuharap bisa membuatku menjadi pribadi yg lebih santun