Spotify Menurut Saya...

Image
Saya sudah kenal musik dari jaman SD. Ayah saya suka dengan musik, jadi musik selalu hadir di hari-hari saya. Dulu masih menggunakan kaset, lalu berkembang ke CD, ada variannya VCD, DVD, dan yang bajakan melalui MP3 pun banyak. Perkembangan pemutar musik pun ikut berubah. Dari yang awalnya radio-tape, lalu Walkman, MP3 player, iPod, dan sekarang banyak disematkan aplikasi pemutar musik di ponsel yang kita gunakan. Karenanya, dulu setiap berangkat atau pulang kerja, musik selalu menemani saya selama perjalanan. Karena dulu saya pengguna angkutan umum, sehingga musik menjadi teman perjalanan saya.

Sekarang ini selain pemutar musik yang disematkan di ponsel, yang mana kita harus memasukkan lagu-lagu andalan kita ke ponsel, muncul aplikasi pemutar musik yang memiliki beragam lagu secara daring alias online dan kita bisa langsung mendengarkannya dengan bantuan koneksi internet. Sebut saja aplikasi Joox, Spotify, Apple Music,  Deezer, dan masih banyak lainnya. Namun dari beragam macam aplik…

Lihat Instagram

Gak Enak Hati

Kemarin, tepatnya pagi-pagi sekali, seperti rutinitas biasa. Bukan lagi bangun pagi ku terus mandi dan lain-lain, melainkan bangun pagi ngambil ponsel buka Facebook. Hehehe... Karena gak ada status baru (yg seru), jadilah iseng ngecek email lewat Opera. Eh ada email masuk dari seseorang yg dulu pernah deket banget ma saya.

Isi email yg dia kirim (kurang lebih) seperti ini:

"...Aku tahu aku bukanlah siapa-siapa, aku hanyalah sepenggal cerita yang tidak penting dalam hidup kamu. Aku sadar dengan sesadar-sadarnya, bahwa aku memang tak pantas untukmu....
 
Entahlah, kenapa kau hadir ketika ada semangat yang menggebu dalam hidupku,...
Kenapa kamu menciptakan keindahan yang akhirnya menghancurkanku, Aku coba tegar. dan akhirnya rapuh kembali.

AKU AMAT SANGAT MEMBENCIMU, kau tahu.. melupakan mu tak semudah membalikan tangan. melupakan mu terlalu sakit untuk ku............ 
 
Maafkan aku, 
Maafkan aku yang tak pernah bisa mengerti... satu yang ku ingin. TAK PERNAH MENGENALMU................... 
 
Dan sekarang, ku coba untuk berdiri........ Tegar tanpamu, 
 
..."

Selesai baca email itu, perasaan penyesalan muncul. Koq bisa ya, saya menyia-nyiakan orang yg dulu memberikan kasih sayang ke saya, tapi saya acuhkan begitu saja ketika saya bosan, dan menemukan orang lain yg lebih baik darinya? Saya merasa jahat sama dia (dan mungkin dengan orang-orang yg dulu pernah dekat dengan saya), karena saya menyakiti hati dia (dan mereka). Sekarang, saya baru merasakan begitu sakitnya ditinggal seseorang yg kita sayangi. Saya jadi merasakan betapa susahnya melupakan seseorang yg kita sayangi. Duh... sekarang jadi lebai banget nih. Hehehe...

Buat semua yg pernah ada di hati saya dan menyimpan saya di hati kalian, maafkan atas segala kesalahan yg telah saya perbuat. Semoga kalian mendapatkan yg lebih baik dari saya. Amin....

Comments

Popular posts from this blog

Kartu Member

Modus Penipuan Pembeli Online

Body Art