Spotify Menurut Saya...

Image
Saya sudah kenal musik dari jaman SD. Ayah saya suka dengan musik, jadi musik selalu hadir di hari-hari saya. Dulu masih menggunakan kaset, lalu berkembang ke CD, ada variannya VCD, DVD, dan yang bajakan melalui MP3 pun banyak. Perkembangan pemutar musik pun ikut berubah. Dari yang awalnya radio-tape, lalu Walkman, MP3 player, iPod, dan sekarang banyak disematkan aplikasi pemutar musik di ponsel yang kita gunakan. Karenanya, dulu setiap berangkat atau pulang kerja, musik selalu menemani saya selama perjalanan. Karena dulu saya pengguna angkutan umum, sehingga musik menjadi teman perjalanan saya.

Sekarang ini selain pemutar musik yang disematkan di ponsel, yang mana kita harus memasukkan lagu-lagu andalan kita ke ponsel, muncul aplikasi pemutar musik yang memiliki beragam lagu secara daring alias online dan kita bisa langsung mendengarkannya dengan bantuan koneksi internet. Sebut saja aplikasi Joox, Spotify, Apple Music,  Deezer, dan masih banyak lainnya. Namun dari beragam macam aplik…

Lihat Instagram

My Life and Jakarta

Dah gak kerasa kalau saya dah 2 tahun tinggal dan kerja di Jakarta. Sedari Juni 2007, sampai sekarang, melakukan semua rutinitas yg hampir sama setiap harinya, yg kadang membuat saya menjadi bosan. Namun begitu, terlalu banyak kenangan yg tercurah dalam diari saya di atas nama Jakarta.

Kembali mengingat masa lalu, awal datang ke Jakarta mencari kerja, dibantu oleh Kakak ipar saya (sekarang sudah jadi Kakak ipar), yg memasukkan nama saya ke satu perusahaan ritel perkakas. Dibantu Bibi saya yg menerima saya tuk tinggal di rumahnya, lebih dari setahun. Dan melakukan banyak perjalanan panjang. Mencari tempat interview, sampai mencari tempat kerja. Hari pertama kerja, gak punya ongkos pulang, hingga akhirnya mesti menghubungi orang rumah (di Sukabumi), untuk mentransfer dana dadakan. Hmmm.. Lucu...

Semuanya berjalan lancar, hingga akhirnya saya bertemu dengan seseorang yg mengisi hari-hari saya lebih menyenangkan, dan membuat saya berbalik arah di akhir pertemuan kita. Membuat saya sedikit sering pergi ke Slipi, UNJ (hanya untuk bertemu atau menjemput), bahkan hingga saya perkenalkan ke Store Manager saya di bioskop Megaria (sekarang XXI Metropole). Lama saya tak jumpa dengan dia, mungkin sibuk dengan skripsi-nya (Semoga sukses ya!).

Banyak juga keseharian saya dihabiskan bersama teman-teman kerja. Ya nonton konser gratisan dengan bantuan kenalan Polisi, makan bareng, belanja bareng, cuci mata, nonton bareng, yah... banyak hal menyenangkan bersama teman-teman. Sempat juga pernah membantu teman yg kosannya hampir terkena kebakaran sampe beritanya masuk ke televisi. Seru deh... Banyak hal waktu itu.

Kenangan bersama benda tidak hidup juga gak sedikit. Banyak sekali tempat umum yg memberi warna hidup saya. Mall, toko buku, bioskop, kedai donut, kedai kopi, warung nasi pinggir jalan, dan banyak lagi tempat yg bikin saya ketawa, senyum, atau sedih ketika kembali ke tempat-tempat kenangan. Hihi... Yg pasti, banyak waktu saya habiskan dengan dia di Mall Kelapa Gading dan Mall Artha Gading. Restoran Ch*w K*ng jadi restoran favorit kita berdua (kala itu).

Sekarang, setelah 2 tahun hidup di Jakarta, semuanya kembali seperti dulu. Seperti saat pertama hidup di Jakarta. Hanya kesendirian dan teman yg menemani hari-hari saya sekarang, bukan lagi seseorang yg bersedia menemani makan, nonton, atau sekedar jalan-jalan. Saya harus mulai membiasakan diri kembali sendiri, walau tidak menutup kemungkinan untuk menjalin hubungan lagi.

Jakarta memang kota yg tak pernah mati, semua macam orang hidup di Jakarta. Semua hal ada di Jakarta. Semoga Jakarta semakin hari menjadi semakin nyaman tuk disinggahi, atau mungkin ditinggali. Thanks to Jakarta for receiving me without any administration, cause my status in Jakarta still an illegal people. ;p

Comments

Popular posts from this blog

Kartu Member

Modus Penipuan Pembeli Online

Body Art