Spotify Menurut Saya...

Image
Saya sudah kenal musik dari jaman SD. Ayah saya suka dengan musik, jadi musik selalu hadir di hari-hari saya. Dulu masih menggunakan kaset, lalu berkembang ke CD, ada variannya VCD, DVD, dan yang bajakan melalui MP3 pun banyak. Perkembangan pemutar musik pun ikut berubah. Dari yang awalnya radio-tape, lalu Walkman, MP3 player, iPod, dan sekarang banyak disematkan aplikasi pemutar musik di ponsel yang kita gunakan. Karenanya, dulu setiap berangkat atau pulang kerja, musik selalu menemani saya selama perjalanan. Karena dulu saya pengguna angkutan umum, sehingga musik menjadi teman perjalanan saya.

Sekarang ini selain pemutar musik yang disematkan di ponsel, yang mana kita harus memasukkan lagu-lagu andalan kita ke ponsel, muncul aplikasi pemutar musik yang memiliki beragam lagu secara daring alias online dan kita bisa langsung mendengarkannya dengan bantuan koneksi internet. Sebut saja aplikasi Joox, Spotify, Apple Music,  Deezer, dan masih banyak lainnya. Namun dari beragam macam aplik…

Lihat Instagram

Bahasa Serapan...

Saya bukan orang yang berlatar belakang pendidikan bahasa. Tapi saya suka aja merhatiin perkembangan bahasa yang terjadi di lingkungan. Nah, karenanya, saya mau coba nih berbagi pendapat, saling memikirkan hal-hal yang sepertinya memang sepele. Apalagi kata-kata yang berasal dari serapan bahasa asing.

Di bawah ini saya kasih kamu-kamu beberapa kata yang sudah umum, khususnya untuk daerah yang saya tinggali, yaitu tanah Sunda. Coba cek deh:
1. Kulkas
2. Matrial
3. Ngetem
4. Dawegan
5. (Pisang) Jimluk
6. (Daerah) Ubrug

Ada yang tahu kata-kata di atas? Atau masih bingung akan apa yang saya bicarakan? Baca terus deh...

Untuk kata pertama, Kulkas. Yaitu alat elektronik yang membantu mendinginkan makanan dan / minuman. Kalo menurut saya, Kulkas ini berasal dari bahasa Inggris, yaitu Cool Case. Kul->Cool(dingin), dan Kas->Case (sarung, wadah, tempat). Bener ga?

Coba yang kedua, kata Matrial. Kata ini digunakan untuk toko yang menjual barang-barang bangunan rumah, seperti genteng, semen, pasir, dan lainnya. Yang satu ini menurut saya berasal dari Bahasa Inggris (lagi), Material/Materials, yang berarti bahan, perkakas, alat. Setuju ga?

Sekarang lihat kata ketiga, Ngetem. Mungkin ini akan lebih lazim digunakan di daerah saya, yaitu angkutan umum yang sedang diam dengan tujuan menunggu penumpang, dan bisa terjadi sampai angkutan penuh. Kata ini lagi-lagi diambil dari Bahasa Inggris, yaitu Wait a Time atau dalam bahasa Indonesia (mungkin) berarti menunggu sebentar. Entah benar atau tidak, katanya lidah orang Sunda memang susah mengucapkan bahasa-bahasa asing, sehingga kelama-lamaan kata Wait a time berubah menjadi Ngetem. Percaya ga percaya deh...

Lanjut ke kata berikutnya, Dawegan. Tahu dong Dawegan? Kelapa muda yang sueger banget? Yang satu ini katanya akibat penjajahan Belanda di negeri kita. Ceritanya, dulu penjajah itu menyuruh temannya untuk menembak kelapa muda dengan senjata api (Down with the gun!). Eh, orang pribumi mengetahui hal itu dan menyangka bahwa buah kelapa muda itu disebut Down-with-the-gun dan akhirnya jadi kata Dawegan. ;]

Sama halnya dengan yang terjadi dengan kata (Pisang) Jimluk. Pisang yang bentuknya agak-agak endut ini berawal dari sang penjajah yang (mungkin) menemukan makanan yang kebetulan saat itu adalah pisang. Dan si penjajah itu mengucapkan "Jim, look!" Eh, sama orang pribumi pun akhirnya menganggap pisang seperti itu adalah pisang Jimluk. ;]

Yang terakhir dari daftar kata-kata saya adalah sebuah nama daerah di kota saya, yaitu Ubrug. Katanya dulu waktu dijajah Belanda, nama daerah itu adalah Kuberg, entah apa artinya. Tapi, seperti yang saya sudah bilang di awal, karena (mungkin) orang Sunda memiliki lidah yang susah mengucapkan kata-kata asing, sehingga lama kelamaan kata Kuberg disingkat jadi Ubrug saja. ;]

Terserah kepada kalian semua yang membaca artikel ini, mau percaya atau tidak. Yang pasti, saya hanya membantu memecahkan masalah-masalah sepele di kehidupan kita. Kalau diantara kalian ternyata ada penjelasan kata-kata serapan seperti halnya yang saya tulis, kamu boleh menuliskan uraiannya di fasilitas Comment, atau ShoutBox. Atau, jika tulisan kamu mau terpublikasi, sok atuh kirim aja ke alamat email saya di surat.irwansyah@yahoo.com.

[24agu2006/20:21wib]

Comments

Popular posts from this blog

Kartu Member

Modus Penipuan Pembeli Online

Body Art