Spotify Menurut Saya...

Image
Saya sudah kenal musik dari jaman SD. Ayah saya suka dengan musik, jadi musik selalu hadir di hari-hari saya. Dulu masih menggunakan kaset, lalu berkembang ke CD, ada variannya VCD, DVD, dan yang bajakan melalui MP3 pun banyak. Perkembangan pemutar musik pun ikut berubah. Dari yang awalnya radio-tape, lalu Walkman, MP3 player, iPod, dan sekarang banyak disematkan aplikasi pemutar musik di ponsel yang kita gunakan. Karenanya, dulu setiap berangkat atau pulang kerja, musik selalu menemani saya selama perjalanan. Karena dulu saya pengguna angkutan umum, sehingga musik menjadi teman perjalanan saya.

Sekarang ini selain pemutar musik yang disematkan di ponsel, yang mana kita harus memasukkan lagu-lagu andalan kita ke ponsel, muncul aplikasi pemutar musik yang memiliki beragam lagu secara daring alias online dan kita bisa langsung mendengarkannya dengan bantuan koneksi internet. Sebut saja aplikasi Joox, Spotify, Apple Music,  Deezer, dan masih banyak lainnya. Namun dari beragam macam aplik…

Lihat Instagram

Kenapa Pakai Samsung Galaxy Note8?

Samsung baru saja merilis Samsung Galaxy Note9. Ini merupakan seri tertinggi yang dimiliki lini Note. Tapi, karena belum dijual secara resmi, dan pre-order sudah ditutup, saya tetap setia menggunakan Samsung Galaxy Note8 untuk kegiatan sehari-harinya. Padahal, memang lagi nahan diri aja buat gak ganti ke Note9 karena budget terbatas. Ini produk Samaung ke-5 yang saya pakai sebagai ponsel sehari-hari. Sebelumnya Samsung SGH-B7320 OmniaPRO (tahun 2010-an), Samsung Galaxy Note 5 (April-Oktober 2016), Samsung Galaxy J5 Pro (November 2017-Maret 2018), Samsung Galaxy Note FE (April 2018), dan akhirnya Samsung Galaxy Note8, yang saya pakai mulai Juni 2018.

Tapi harus saya akui, Samsung sangat fokus di lini Note dan sampai saat ini tidak ada vendor ponsel lain yang bisa membuat ponsel layaknya Galaxy Note milik Samsung. Kalaupun ada, tapi kualitas dan fitur penulisannya tidak sehebat Samsung. Mau tahu alasan apa saja yang membuat saya setia dengan Samsung Galaxy Note8?

#1: Merek Samsung
Ya. Saya memilih ponsel ini karena dia bermerek Samsung. Bukan hanya karena namanya yang sudah terkenal, namun teknologi yang ditawarkan Samsung juga sangat cocok dan memenuhi apa yang saya harapkan. Selain itu, lokasi perbaikan atau service center Samsung di Indonesia cukup mudah dicari. Dalam pengalaman saya, perbaikan ponsel di Samsung memakan waktu yang relatif singkat. Tidak perlu menunggu berminggu-minggu atau bahkan hingga berbulan-bulan hanya untuk perbaikan ponsel. Dengan catatan, stok komponen yang harus diganti dalam kondisi stok tersedia. Karenanya saya memilih ponsel ini.

#2: Ada Pulpennya
Pena yang dimiliki seri Note dari Samsung ini selalu memberikan pembaharuan di setiap perilisannya. Itulah sebabnya mengapa saya memilih Note8. Selain berguna dalam penulisan, pena di Note8 tentunya bisa digunakan untuk mengedit foto, membuat sketsa gambar, hingga melakukan seleksi area di layar dengan lebih cepat. Ponsel ini sangat berguna ketika kita menghadiri sebuah pertemuan ataupun rapat yang menharuskan kita menulis, karena dengan ponsel Note semua itu bisa diakomodir dengan baik. Respon dari penulisannya sangat dapat diandalkan. Ada juga brand lain yang mengeluarkan ponsel dengan stylus, seperti yang saya bilang senelumnya, nampaknya belum bisa menandingi fungsional pena di ponsel Note8.

#3: Kamera
Ponsel ini memiliki kamera ganda (12MP) yang dapat mengambil gambar bokeh maupun wide angel (sudut lebar). Kualitas hasil fotonnya pun dapat diandalkan. Terdapat optikal zoom sebanyak 2x, perekaman video 4K, video slowmotion (720p@240fps), dan pengaturan kamera lainnya. Jeda waktu mengambil foto dan proses penyimpanan ke dalam memori nyaris tanpa jeda berarti. Secara keseluruhan kinerja kamera Note8 sangat baik dan di atas rata-rata. Kalau menurut DXOMark, ponsel ini mendapat poin 94, dengan poin tertinggi saat ini di angka 109.

Untuk kamera depan masih dengan resolusi 8 MP, dengan fitur Beauty, stiker, namun tanpa fitur bokeh. Padahal ponsel-ponsel dengan harga yang lebih murah sudah banyak yang menawarkan fitur selfie bokeh. Hal ini masih bisa dimaklumi, mengingat pangsa pasar ponsel ini lebih ke kalangan bisnis. Namun begitu hasil kamera selfinya masih bisa diandalkan. Apalagi ketika mendapatkan sokongan cahaya yang bagus.

#4: Desainnya
Saya sebenarnya tipikal orang yang lebih suka desain minimalis, dan menurut saya ponsel ini memiliki desain yang cukup minimalis dan tidak neko-neko. Infinity display 6.3" yang ditawarkan Note8 memiliki lekuk body tegas dan maskulin. Tampilan layarnya pun sangat menawan berkat teknologi Super Amoled dengan resolusi layar QHD+ (1440x2960 piksel), rasio layar kekinian (18,5:9), dukungan HDR10, dan dilindungi dengan Corning Gorilla Glass 5. Dijamin layarnya bisa menampilkan warna dan kecerahan yang pantas dan sesuai dengan kondisi pengggunaan.

Tidak lupa peringkat IP68 yang berguna untuk menahan terpaan air dan debu. Walau tidak disarankan untuk berenang, setidaknya ponsel masih tahan jika terkena air hujan, atau tersiram air secara tidak sengaja ketika makan siang.

Samping kanan dan kiri ponsel terdapat tombol power, volume, dan tombol Bixby. Semua tombolnya nyaman untuk ditekan, namun ada kalanya ketika kita berniat menekan tombol volume bagian bawah, jari-jemari secara tidak sengaja menekan tombol Bixby. Perlu penyesuaian dulu sih sebelum akhirnya terbiasa. Begitupun dengan letak pemindai sidik jari yang berada di belakang ponsel, namun tidak berada di tengah-tengah. Sehingga perlu jangkauan ekstra jika ingin menggunakan pemindai sidik jari dengan jari kanan.

#5: Performa
Dukungan prosesor Exynos 8895 Octa-core, dukungan grafis GPU Adreno 540, prosesor yang sama dengan ponsel Samsung Galaxy S8, namun masih bisa mengakomodasi penggunaan ponsel sehari hari dengan sangat baik. Dibekali RAM 6 GB dan memori internal hingga 64 GB, ponsel ini masih bisa menerima kartu MicroSD tambahan hingga 512 GB. Namun harus merelakan posisi SIM Card 2.

Dukungan multitasking-nya juga sangat mulus. Jarang atau bisa dibilang tidak pernah ditemui lag atau hang. Kondisi ponsel loading dalam peralihan menu pun tidak pernah terjadi. Contohnya, ketika kita sedang memutar video, kita masih bisa melakukan aktivitas lainnya dan membuat video tampil sebagai pop-up di layar ponsel. Ponsel ini saat pembelian masih menggunakan Android 7.1 (Nougat), namun saat ini sudah ada upgrade ke Android 8 (Oreo). Dan rencananya November 2018 akan dirilis dukungan Android 9 (Pie).

Sayangnya saya gak terlalu suka bermain game di ponsel. Kalaupun main hanya permainan yang tanpa perlu dukungan grafis dan prosesor yang nomor wahid. Jadi saya gak bisa mendeskripsikan ponsel Note8 kalau sebagai ponsel game.

Mungkin lima alasan tersebut yang masih bisa membuat saya bertahan hingga saat ini untuk menggunakan Samsung Galaxy Note8. Bagaimana menurut kalian, teman-teman? Apakah kalian setuju dengan ponsel pilihan saya?

Comments

Popular posts from this blog

Kartu Member

Modus Penipuan Pembeli Online

Body Art