Spotify Menurut Saya...

Image
Saya sudah kenal musik dari jaman SD. Ayah saya suka dengan musik, jadi musik selalu hadir di hari-hari saya. Dulu masih menggunakan kaset, lalu berkembang ke CD, ada variannya VCD, DVD, dan yang bajakan melalui MP3 pun banyak. Perkembangan pemutar musik pun ikut berubah. Dari yang awalnya radio-tape, lalu Walkman, MP3 player, iPod, dan sekarang banyak disematkan aplikasi pemutar musik di ponsel yang kita gunakan. Karenanya, dulu setiap berangkat atau pulang kerja, musik selalu menemani saya selama perjalanan. Karena dulu saya pengguna angkutan umum, sehingga musik menjadi teman perjalanan saya.

Sekarang ini selain pemutar musik yang disematkan di ponsel, yang mana kita harus memasukkan lagu-lagu andalan kita ke ponsel, muncul aplikasi pemutar musik yang memiliki beragam lagu secara daring alias online dan kita bisa langsung mendengarkannya dengan bantuan koneksi internet. Sebut saja aplikasi Joox, Spotify, Apple Music,  Deezer, dan masih banyak lainnya. Namun dari beragam macam aplik…

Lihat Instagram

Surat 'Cinta' Perusahaan

Pernah ga sih, kalian melakukan kesalahan di dalam melakukan pekerjaan? Nobody's perfect! Pasti pernah, walau mungkin jarang terjadi. Sama halnya dengan saya.

Akhir bulan Juni 2008 lalu, saya mendapat seorang customer yg ingin melakukan pembayaran dimuka (Down Payment) untuk pembelian Generator Diesel (Genset) bernilai total Rp 45 juta. Barang tersebut akan datang akhir Juli 2008. Lalu saya buatlah dokumen transaksi tsb dengan estimasi waktu kedatangan barang (yg saya majukan) pada tgl 14 Juli 2008. Ternyata, ada kendala di pabean (Red Line) yg mengakibatkan barang mandek, dan baru bisa tiba akhir September 2008 ini. Customer kecewa dan komplain, pihak manajemen lalu mengambil keputusan waktu estimasi yg salah tadi, bisa berakibat fatal jika customer membawa hal ini ke meja hijau.

Jadilah saya dipanggil Duty Manager, 'dicaci' di depan temen kerja saat briefieng, dan dipanggil HRD juga. Awal keputusannya adalah pemberian Surat Peringatan 1 yg akan dikeluarkan langsung oleh pusat. Karena banyak hal yg tidak diinginkan oleh perusahaan (termasuk kehilangan customer service yg pernah lalai), akhirnya management memutuskan untuk menyelesaikan masalah ini secara internal saja. Tanpa perlu diketahui oleh management pusat. Jadinya, sanksi yg diberikan ke saya menjadi Surat Pernyataan agar saya tidak mengulangi hal tersebut.

Saya bersyukur sekali, karena sanksi yg diberikan lebih ringan. Dan saya pun sadar bahwa saya memang salah pada saat itu karena melakukan penghitungan kedatangan barang yg terlalu mengada-ada. Semoga ini tidak akan pernah terjadi lagi, dan biarlah semua ini menjadi pelajaran berharga saya selama bekerja. Semua sabar, pasrah yg saya terapkan ketika menerima keputusan Surat Peringatan 1, membawa dampak positif, yaitu dengan hanya pemberian Surat Pernyataan. ;p

12:17 06/09/2008

Comments

Popular posts from this blog

Kartu Member

Modus Penipuan Pembeli Online

Body Art