Spotify Menurut Saya...

Image
Saya sudah kenal musik dari jaman SD. Ayah saya suka dengan musik, jadi musik selalu hadir di hari-hari saya. Dulu masih menggunakan kaset, lalu berkembang ke CD, ada variannya VCD, DVD, dan yang bajakan melalui MP3 pun banyak. Perkembangan pemutar musik pun ikut berubah. Dari yang awalnya radio-tape, lalu Walkman, MP3 player, iPod, dan sekarang banyak disematkan aplikasi pemutar musik di ponsel yang kita gunakan. Karenanya, dulu setiap berangkat atau pulang kerja, musik selalu menemani saya selama perjalanan. Karena dulu saya pengguna angkutan umum, sehingga musik menjadi teman perjalanan saya.

Sekarang ini selain pemutar musik yang disematkan di ponsel, yang mana kita harus memasukkan lagu-lagu andalan kita ke ponsel, muncul aplikasi pemutar musik yang memiliki beragam lagu secara daring alias online dan kita bisa langsung mendengarkannya dengan bantuan koneksi internet. Sebut saja aplikasi Joox, Spotify, Apple Music,  Deezer, dan masih banyak lainnya. Namun dari beragam macam aplik…

Lihat Instagram

Apa Kabar, Sony Mobile?

Beberapa waktu lalu melalui situs blog Sony, ada informasi mengenai berbagai inovasi Sony Mobile dari masa ke masa. Dari informasi yang ditampilkan dalam bentuk infografik ini dapat dilihat bahwa sebetulnya Sony Mobile dapat melakukan inovasi. Namun entah karena kesalahan di dalam eksekusi produk atau kesalanan dalam hal marketing, nampaknya inovasi mereka tidak terlihat. Walau ada beberapa fitur inovatif yg menjadi 'pecutan' vendor lain untuk akhirnya menyematkan fitur tersebut ke ponsel mereka.

Inovasi mereka pertama adalan menyematkan fitur anti air (water resistance) dengan level tertinggi pada tahun 2013. Ponsel tersebut adalah Xperia Z, dengan level IP55 untuk menahan masuknya air maupun pasir dan level IP57 untuk menahan ponsel tercebur ke dalam air sedalam 1 meter selama maksimum 30 menit. Tentu saja dengan kondisi seluruh port yang terdapat di ponsel harus tertutup. Dan sekarang, banyak ponsel kelas premium menyematkan fitur ini di dalam ponsel mereka.

Yang kedua adalah teknologi yang diusung di Xperia Z5 Premium yaitu layar 4K pertama yang tedapat di ponsel pintar. Pada saat itu rilis pada tahun 2015. Termasuk di dalamnya kemampuan untuk merekam, mereproduksi, dan menyiarkan langsung ke perangkat lain melalui MHL. Hingga saat ini pun masih jarang ponsel yang menggunakan layar 4K, tetapi masih terpaku di 2K.

Setahun sebelumnya, Sony mengeluarkan produk smartwear yang menjadikannya sebagai Android Wear pertama yang memiliki GPS internal, yaitu SmartWatch 3. Bandingkan dengan jam Android Wear lainnya, mereka memerlukan koneksi dengan ponsel atau tablet ber-GPS untuk dapat menggunakan fasilitas tersebut.

Lanjut inovasi Sony lainnya, yaitu ponsel Xperia XZ Premium. Di ponsel ini mereka menyebutkan sebagai ponsel dengan layar 4K HDR pertama, lalu ponsel dengan download speed tertinggi, dan ponsel dengan fitur super slow motion. Dengan fitur HDR memungkinkan pengguna ponsel melihat hasil tampilan yang lebih jernih, cerah dan detail warna yang lebih baik. Dan super slow motion yang dimiliki ponsel tersebut bisa merekam video dengan 960fps kualitas HD.

Masih di tahun yang sama dengan Xperia XZ Premium (2017), Sony mengeluarkan inovasi lainnya berupa kemampuan merekam objek secara 3D di ponsel Xperia XZ1. Di saat vendor lain asyik dengan kemampuan selfie dan dual camera, Sony memberikan inovasi yang tidak biasa, yaitu merekam objek secara 3D dengan kecepatan 15-60 detik saja. Hasil akhir dari rekaman 3D tersebut dapat dicetak, maupun digunakan sebagai wallpaper.

Di tahun 2018 ini, Sony melanjutkan inovasinya di dunia ponsel yaitu dengan merilis ponsel yang bisa merekam dan menyimpan video 4K HDR pertama di ponsel Xperia XZ2. Kedalaman warna yang ditawarkan oleh ponsel tersebut adalah hingga 10-bit.

Semua infografik ini sepertinya ingin memberikan kabar bahwa sebenarnya Sony Mobile masih berjuang untuk bersaing di kancah dunia ponsel. Walau sesungguhnya sudah sangat sulit untuk mengambil pangsa pasar yang ada karena begitu banyaknya invasi dari vendor China dan menawarkan fitur lebih kekinian. Di Indonesia sendiri Sony Mobile sudah tidak melakukan penjualan. Dan informasi terakhir, Sony masih mengupayakan untuk memenuhi standar TKDN yang ditetapkan oleh pemerintah Indonesia jika Sony ingin merilis ponsel baru di Indonesia. 

Buat saya pribadi, saya memiliki pengalaman yang baik dan buruk bersama Sony Mobile. Awalnya suka dengan produk Ericsson, sebelum merger dengan Sony. Dan semakin suka dengan produk Sony Ericsson, dan berlanjut mencintai produk Sony. Mereka menawarkan produk dengan desain minimalis, memiliki makna di dalam setiap desain, dan terlihat lebih eksklusif. Memang jika membicarakan mengenai Service Center, bisa dibilang menjadi titik kelemahan Sony (dan Sony Ericsson). Pengalaman terbaik saya menggunakan Sony yaitu dengan seri Xperia S, Xperia Z, dan Xperia Z3. Lalu pengalaman buruk dengan Sony Xperia S Tablet dan Xperia XZ. Namun begitu, saya masih penasaran dengan seri ponsel yang dirilis oleh Sony. Sayangnya di Indonesia belum bisa rilis seri baru, jadi saya harus menunggu untuk dapat mencoba ponsel terbaru dari mereka.

Menurut kalian sendiri, apakah sebaiknya Sony Mobile terus berinovasi mengeluarkan ponsel baru? Atau cukup fokus ke PlayStation saja? Silakan berkomentar ya...

Comments

Popular posts from this blog

Kartu Member

Modus Penipuan Pembeli Online

Body Art