Film Thailand

Sejak pertengahan September kemarin saya sudah berhenti bekerja di salah satu bank swasta di Indonesia. Jadilah sehari-hari saya di kosan. Biasanya saya bangun pagi, ke kantor, pulang sore, dan begitu rutinitasnya. Sekarang jadi santai-santai bisa bangun siang. Hehehe... Akibatnya efek samping lainnya adalah berat badan yang naik 2 kilo. Makin gembil aja saya... Alhamdulillah. (^o^)

Memang sih selama masa istirahat menunggu penempatan kerja yang baru, saya terus menyelesaikan tugas skripsi. Tapi kadang suka mentok juga, suka bingung. Jadilah iseng sambil ngerjain skripsi, sambil browsing. Dan gak sengaja saya nemuin serial Thailand yang menceritakan tentang anak remaja sana. Namanya, Hormones the Series.

Hormones Season 1

Setting cerita seri ini adalah remaja, kalo di Indonesia bisa dibilang usia SMA. Alur ceritanya seputar masalah remaja seperti masalah pubertas, masalah percintaan, masalah geng-gengan, dan keluarga juga. Mungkin buat yang baru nonton, sama seperti saya, bakal kesulitan dalam menghafal nama-nama dalam film seri ini. Padahal nama panggilannya sih pendek, tapi karena banyak pemain utamanya, jadi di beberapa episode awal saya masih belum bisa hafal sama para tokoh di film ini.

Ada Win, seorang anak yang pintar dan populer di sekolah, namun menghalalkan segala cara untuk mencapai keinginannya. Bersahabat dengan Hmorg (penyuka fotografi dan bersikap kalem) dan Tar (pemuda yang berambisi menjadi pemain gitar yg akhirnya menjadi pemain gitar di SeeScape-band terkenal di sekolah). Ada juga Phu, pemain Saxophone di grup Marching Band sekolah dan bersahabat dengan Thee yg merupakan pemain Seruling. Lalu Phai, remaja yang memiliki geng dan suka kekerasan. Satu lagi pemain yang mendapat porsi lebih besar di season 2, yaitu Pop yang senang akan dunia reportase mengenaii gosip dan kejadian-kejadian di sekolah.

Sekarang saya akan perkenalkan para perempuan di serial ini. Dimulai dengan Kongkwan yg merupakan siswi teladan yg menjadi panutan di sekolah. Lalu Sprite, yang juga menjadi sahabat Kongkwan (di season 2) yang menyukai pergaulan bebas. Lalu ada Toei, gadis ramah yg lebih banyak bergaul dengan teman lelaki daripada perempuan. Dao yg hobi menulis dan merupakan anak yg tertekan atas keinginan orang tuanya.

Hormones Season 2

Kalau menurut saya, ceritanya sepertinya mirip dengan kehidupan sehari-hari di Thailand. Mungkin kalo di Indonesia, ada aja yang seperti itu, tapi tidak seekstrim yg ditampilkan di film seri ini. Contohnya, ketika Phai mencintai Sprite, dan selalu berkelahi dengan geng sekolah lain yg juga suka dengan Sprite. Dan konflik bertambah dengan diganggunya keluarga Phai oleh geng sekolah lain tersebut.

Ada juga cerita Tar yg baru awal masuk semester baru, jatuh cinta dengan Toei dan sayangnya Toei menolak cinta itu dan merekapun berpisah tempat duduk dan kemudian digosipkan Toei sebagai perempuan yg tidak benar. Yg pasti, ketika selesai satu episode, akan penasaran kelanjutannya seperti apa. 

Serial ini sudah tayang di Thailand sejak Mei 2013, dan season 2 pun baru selesai Oktober 2014 ini. Jadi tinggal nunggu season selanjutnya, katanya sih bakal ada season 3, tapi pemain yang muncul di season pertama dan kedua, belum tentu bakal main lagi di season 3. Di season pertama, setiap episodenya diberi judul nama hormon yang ada di tubuh manusia. Di season kedua lebih menceritakan pribadi tokoh-tokoh yang ada. Bagaimana dengan season ketiga?

Buat yang penasaran, silakan langsung tonton aja tayangnya di Youtube. Untuk season pertama bisa lihat di sini.  Untuk season kedua bisa lihat di sini

Enjoy!

Comments

Popular posts from this blog

Kartu Member

Modus Penipuan Pembeli Online

Kuala Lumpur 2017