Body Art

Percaya atau tidak, sebenarnya saya menyukai Body Art. Apa itu Body Art? Yaitu seni yang dibuat pada atau dengan tubuh manusia. Ada banyak jenis Body Art, tapi yang saya paling suka adalah tato. Entah bagaimana asal mulanya saya menyukai tato. Tapi yang pasti, ada keindahan tersendiri di balik tato yang dilukiskan di tubuh seseorang. Memang ada anggapan bahwa orang bertato itu pasti kriminal. Tapi pada kenyataannya tidak semua orang bertato berperilaku kriminal kok.

Ada beberapa alasan mengapa orang menggunakan tato. Ada yang karena kewajiban adat istiadat, ada yang hanya karena ingin dianggap keren, atau karena menyukai seni tato itu sendiri. Tidak sebatas itu saja, banyak alasan-alasan lain mengapa orang membuat tato. Terserah apa alasan mereka, tapi yang pasti mereka (seharusnya) sudah memikirkan kebaikan dan keburukan jika membuat tato di badannya.

Banyak pertimbangan kenapa saya tidak memiliki tato, walau saya menyukai tato. Yang paling besar pertimbangannya karena alasan agama dan orang tua. Ya, di agama yang saya yakini, membuat tato itu tidak ada kegunaannya dan hanya menyakiti diri sendiri serta dikhawatirkan terjadi penumpukan kotoran di dalam tubuh yang di tato, sehingga membuat tato itu dilarang. Selain ke dua alasan tadi, ada kalanya kekhawatiran rasa sakit dan sulitnya nanti mencari pekerjaan.


Akhirnya saya menyiasati untuk bisa mencoba Body Art dengan cara body painting/ tato temporer. Tato temporer ini hanya menggunakan Heinna yang biasa digunakan untuk mewarnai rambut atau membuat gambar pada tangan mempelai wanita ketika melangsungkan pernikahan. Jadi waktu warna menempel di tubuh hanya sekitar dua minggu saja. Sehingga masih boleh digunakan. Proses pembuatan gambarnya pun cepat, tidak perlu menunggu waktu lama, dan yang pasti jauh dari rasa sakit. Yang pasti, kita harus sabar untuk menunggu Heinna kering, agar hasil warnanya maksimal.

Gambar yang dipilih oleh saya adalah jenis gambar tribal, yang tidak terlalu besar agar sesuai dengan badan saya. Saya sengaja memilih untuk menggambar di dada, karena saya bisa menikmati gambar tersebut ketika bercermin, dibanding kalau saya membuatnya di punggung. Setelah selesai, hasilnya bagus, tapi perasaan saya bilang kalo tatonya kecil jika di bandingkan sisa ruang di bagian dada. Jadi pengen di gambar lagi nih... Menurut kamu?

Comments

Popular posts from this blog

Kartu Member

Modus Penipuan Pembeli Online

Yang Beda di Pemilu 2019