Xiaomi? Kenapa Tidak!

Kehadiran Xiaomi di Indonesia mungkin boleh dibilang masih baru. Apalagi jika dibandingkan dengan pemain lama seperti Samsung, LG, maupun produsen lainnya, ponsel Xiaomi bisa dibilang ponsel anak bawang. Walau begitu, nama Xiaomi kerap disandingkan dengan berbagai pilihan produk elektronik yang berkualitas dan harga yg terjangkau. Apakah benar? 


Kali ini saya akan coba bahas salah satu ponsel keluaran Xiaomi, yaitu Xiaomi Redmi Pro. Kenapa saya memilih ponsel ini? Ini kelebihannya:
  • Dual kamera utama: 13 MP & 5 MP, dinamyc bokeh
  • Video 1080p@30fps, 720p@120fps
  • Kamera sekunder 5 MP, 1080p
  • Prosesor Mediatek Helio X25/X20, Deca-core 2.5/2.3/2.1 GHz
  • GPU Mali T880 MP4
  • Memori internal 32/64 GB dengan 3 GB RAM dan 128 GB dengan 4 GB RAM
  • Eksternal memori MicroSD hingga 256 GB (dengan slot SIM2)
  • Layar 5,5" OLED Full HD, 1080x1920 pixels, 16 juta warna
  • Fingerprint support, Dual SIM Hibrid VoLTE
  • Baterai 4.050 mAh
  • USB Tipe C versi 1.0
Ponsel Xiaomi Redmi Pro bisa kamu tebus dengan kisaran harga Rp. 3.000.000,- Cukup murah dengan fitur yg ditawarkan. Namun, karena terhalangnya regulasi di Indonesia untuk perangkat dengan fitur 4G yang mengharuskan kandungan dalam negeri sebanyak 40%, ponsel ini dijual dengan garansi distributor saja. Bukan dengan garansi resmi layaknya ponsel ternama yg sudah ada di Indonesia. Yuk kita mulai ulik ponselnya.

First Impression
Pertama kali lihat ponsel ini, gagah namun juga feminim. Gagah karena ponsel dengan layar 5,5" ini memiliki desain kokoh yg dibalut casing metal, dan sisi yg lainnya memiliki sisi feminim dengan lapisan warna putih. Tersedia tombol 'Home' di bawah layar yg memiliki fitur finger print, dan tombol kapasitif 'Back' di sebelah kanan dan 'Menu' di sebelah kirinya. Keduanya akan nampak tatkala ponsel dalam keadaan menyala, jika dalam kondisi layar mati, maka tombol tersebut tidak akan muncul.


Samping kanan ponsel tersedia tombol Volume dan tombol Power. Samping kiri untuk menempatkan SIM Card jenis Nano dan Micro. Bagian atas terdapat lubang jack Audio 3.5' dan Infra Red untuk penggunaan remote Control. Sedangkan untuk lubang charger dan kabel data terdapat di bawah yg mana menggunakan USB Type C versi 1.0. Disebelah kanan dan kirinya terdapat speaker dan lubang microphone.



Layarnya menggunakan teknologi OLED yg bisa disesuaikan kecerahan layarnya, mengikuti keadaan sekitar. Keadaan ketika di bawah layar terik pun masih dapat dibaca dengan nyaman. Hanya saja sesekali pengaturan kecerahan layar tidak berjalan dengan baik. Ketika kita menggunakan ponsel di bawah cahaya lampu misalnya, lalu sesaat kita menjadi membelakangi cahaya lampu, kecerahan layar tidak serta merta berubah secara langsung. Namun ada jeda 1-2 detik.

Kamera
Ponsel Xiaomi ini memiliki dual kamera yg mana berfungsi untuk menampilkan fitur bokeh kamera, dimana background foto dapat dibuat blur alias dynamic bokeh. Fitur ini menjadi salah satu daya tarik untuk ponsel-ponsel dengan kamera ganda. Kamera ganda Xiaomi sendiri mendukung resolusi 13 MP dan 5 MP. Ketika dicoba, dapat kita atur seberapa blur hasil kamera, dan setelah hasil kamera disimpan kita masih bisa merubah fokus kamera mau dipusatkan kemana. Saat proses penggunan dual kameranya terasa berat, dan sedikit mengganggu jika kita mau mengabadikan momen yang cepat.


Untuk hasil kameranya sendiri secara umum cukup memuaskan, namun dengan catatan pencahayaannya harus tepat. Tidak kekurangan maupun berlebih. Namun ada kalanya foto yang dihasilkan kamera memberikan warna yang terlalu cerah. Sedangkan hasil foto menggunakan kamera depan, bisa dibilang hasilnya ciamik, alias cukup memuaskan. Karena sudah terdapat fitur Beauty di dalamnya. Kamera depan sendiri mendukung resolusi 5 MP.

Berikut beberapa hasil kamera bokeh Xiaomi Redmi Pro.





Kinerja Ponsel
Ponsel Xiaomi Redmi Pro yang saya gunakan menggunakan prosesor Mediatek Helio X25, Deca-core 2,3GHz, dengan dukungan RAM 3 GB. Dengan dukungan prosesor tersebut cukup membantu dalam menjalankan aplikasi ponsel. Urusan memori internal, ponsel ini menyediakan ruang sebesar 64 GB, yang mana hanya tersisa sekitar 57 GB saja. Namun begitu tidak perlu khawatir karena kehabisan memori, karena ponsel ini masih bisa menggunakan memori Eksternal MicroSD hingga 256 GB. Letak memori tambahan berada di slot SIM 2, sehingga jika kita ingin menambah memori, harus mengorbankan slot SIM card yang hanya tersisa 1 saja. 

Untuk Daya tahan baterai dengan penggunaan browsing, melakukan telepon di bawah 1 jam, memutar video dan musik, ponsel ini bisa bertahan hingga seharian. Jika sudah sering digunakan untuk telepon, daya tahannya berkurang hingga hanya setengah hari saja.

Multimedia
Untuk urusan multimedia, Xiaomi Redmi Pro menyediakan pemutar musik, FM Radio, dan pemutar Video. Pemutar musik yg terdapat pada Xiaomi Redmi Pro ini terhubung online dengan Mi Store China, sehingga ketika mau memutar lagu yg berasal di ponsel, harus dipilih terlebih Local library. Untuk FM Radio tersedia jika kita menghubungkan earphone ke ponsel, karena berguna sebagai antena pemancar. Namun sayang earphone tersebut tidak terdapat dalam paket pembelian, sehingga harus dibeli terpisah. Sejauh saya menggunakan, tidak ada kendala ketika menggunakan FM Radio. Selain manual tuner, juga terdapat fitur auto tuner.

Untuk fitur pemutar Video terdapat dalam menu Galeri, tidak ada aplikasi khusus. Namun begitu fitur pemutar videonya masih dapat diandalkan. Ketika memutar video, saran saya menggunakan pengaturan Performance Mode, jika tidak ada kalanya ketika memutar video, video tersebut akan diputar patah-patah. Nampak seperti proses buffering.

Untuk urusan Game, sayangnya saya tidak bisa coba karena tidak memainkan game. Hehe...

Jaringan
Ponsel ini sudah mendukung 4G, bahkan VoLTE untuk kedua SIM nya. Selain itu fitur Bluetooth versi 4, WiFi, sudah tersedia dan apat berjalan tanpa hambatan.

Lainnya
Ponsel ini sejatinya hanya tersedia untuk area China saja. Sehingga fitur Google pun tidak dapat kita lihat di ponsel ini. Namun tenang saja, dengan sedikit bersusah payah, ponsel ini tetap bisa menjalankan aplikasi Google seperti Play Store, Google Maps, Youtube, dll.

Yang berbeda di ponsel ini, selain fitur kamera dengan dynamic bokeh, adalah adanya Infrared. Dimana Infrared ini berfungsi sebagai remote Control. Sehingga kita bisa menggunakan ponsel sebagai remote TV, DVD player, dan lainnya.

Selain itu, ada fitur yang dinamakan Second Space. Dengan fitur tersebut, memungkinkan pengguna untuk memiliki dua ruang pribadi, seperti unuk urusan kerjaan an untuk urusan bisnis. Karena dengan menggunakan fitur Second Space, kita dapat menginstall aplikasi yg sama di masing masing ruang. Contoh, jika kita punya aplikasi BBM untuk kerja, maka di Second Space kita bisa install BBM lagi untuk keperluan pribadi. Untuk perpindahannya pun kita dapat membedakan dengan sidik jari berbeda, atau melalui menu yg terdapat di ponsel. 

Kesimpulan
Dengan dukungan dual kamera, tentu saja ponsel ini ditujukan bagi penyuka fotografi. Dan memang, kamera ini sangat cocok bagi penyuka fotografi dengan kualitas kamera bokeh dan selfie kameranya. Dengan harga yg ditawarkan, ponsel ini pun masih dibilang mampu menawarkan kinerja ponsel yang memuaskan. Namun karena kurangnya promosi dan tidak tersedianya ponsel dalam garansi resmi, maka ponsel ini bakal kalah bersaing dengan ponsel dual kamera lainnya. 

Comments

Popular posts from this blog

Kartu Member

Modus Penipuan Pembeli Online

Kuala Lumpur 2017