Welcome Samsung!

Sedari SMP, saya sudah tertarik dengan ponsel. Saat itu, sekitar tahun 2000an, ponsel masih terbilang barang mahal dan harga untuk sebuah nomor ponsel bisa jutaan rupiah. Tapi menurut saya, ponsel membantu orang untuk tetap dapat berkomunikasi dengan orang yg kita inginkan, meski jaraknya jauh. Bahkan dengan orang yg sedang bepergian. Ayah saya yg suka bepergian ke luar kota tetap dapat memberi kabar dengan keluarga di rumah, walau pada saat itu kualitas teleponnya masih sangat terbatas.

Kesukaan saya dengan ponsel tidak hanya sampai situ. Penawaran fitur yg bisa membantu orang dalam melakukan aktifitas sehari-hari, atau bahkan teman hiburan selama perjalanan menambah kesukaan saya dengan ponsel. Ditambah berbagai macam jenis dan model membuat semakin tertarik dengan kepintaran orang meramu fitur dan manfaat dalam ponsel yg berkualitas serta menarik.

Saya juga suka dengan teknologi-teknologi baru yg hadir dalam ponsel. Dimulai dari sekedar SMS alias layanan pesan singkat, ada EMS atau pesan singkat dengan layanan tambahan, bahkan MMS atau layanan pesan multimedia. Begitupun dengan kualitas jaringan yg hanya 2G, lalu EDGE, 3G sampai 4G. Saat itu saya tinggal di daerah, bukan ibukota provinsi. Sehingga menanti teknologi baru seperti menunggu air di gurun pasir. Lamaaaa banget. Hihihi...

Ponsel pertama yg saya punya waktu itu adalah Nokia 5110. Ponsel sejuta umat yg covernya bisa diganti-ganti, dan permainan yg dipunya salah satunya Snake. Ponsel itu hadiah ulang tahun dari Mama. Setelah itu mulai mengenal fitur-fitur di ponsel dan mulai tahu merek ponsel, maka mulailah suka dengan satu merek ponsel dari gabungan dua negara Swiss dan Jepang, Sony Ericsson. Saat itu Ericsson baru mulai merger dengan Sony, dan baru mengeluarkan ponsel-ponsel dengan tipe baru. Saat itu saya memilih Ericsson T65i, ponsel yg sudah bisa terhubung dengan kamera buatan Sony Ericsson. Selain itu juga pernah menggunakan Siemens, LG, BlackBerry dan lainnya.

Nokia 5110

Ericsson T65i

Tautan macam ponsel yg pernah saya gunakan -> https://goo.gl/JH8SrC

Kesukaan dengan Sony Ericsson terus berlanjut hingga akhirnya mereka bercerai, dan yg masih eksis di dunia ponsel adalah Sony, karena saat ini Ericsson hanya fokus pada jaringan. Selain ponsel, Sony juga mengeluarkan perangkat aksesoris untuk ponsel seperti speaker dan jam tangan pintar. Dan sepertinya kesukaan saya terhadap Sony tidak hanya seputar ponsel dan aksesorisnya, tapi juga ke perangkat lain.

Namun, kesukaan saya terhadap Sony harus ditahan dulu. Karena nyatanya saat ini ponsel Sony 'terasa' lebih mahal daripada fiturnya jika dibanding dengan ponsel merek lainnya dengan fitur yg serupa. Sampai akhirnya saya ditawari Samsung Galaxy Note5. Setelah mencoba dan menggunakan Samsung Galaxy Note5, saya merasa puas juga. Bahkan dengan fitur yg lebih dari apa yg sebelumnya saya jumpai di ponsel lain. Hanya saja, karena sekian tahun terbiasa dengan fitur anti air, yg mana belum tersedia di seri Galaxy Note, harus membuat saya tahan untuk tidak mengeluarkan ponsel dikala hujan tiba. Namun, dengan kualitas layar, kamera, fungsi stylus pen yg ada, dan segudang fitur lainnya membuat saya pun suka dan mungkin mulai jatuh cinta dengan ponsel Samsung Galaxy Note5 ini.


Samsung Galaxy Note5

Link fitur Samsung Galaxy Note5 -> http://goo.gl/qNCPik

Berlabuh di merek Samsung sebetulnya sudah pernah saya lakukan. Kala itu saya memerlukan ponsel dengan kemampuan qwerty keyboard, internet cepat, layanan pesan singkat yg bisa diandalkan, dan email secara langsung (push email). Kala itu harga BlackBerry masih belum bisa dijangkau oleh saya, sehingga pilihannya jatuh ke ponsel Samsung dengan operasi WIndows Mobile, Samsung GT-B7320 aka OmniaPro. Ponsel dengan layar 3,2", mengusung teknologi HSDPA dan papan ketik Qwerty sangat membantu saya dalam berkomunikasi dengan rekan saya yg saat itu sedang berada di luar Indonesia. Performa ponselnya sangat bagus, sayang sekali keberuntungan belum dipihak saya, karena ponsel tersebut harus rela diambil oleh orang tidak bertanggung jawab (baca: maling).

Samsung GT-B7320 OmniaPro

Sejak itu, saya merasa enggan dengan ponsel Samsung. Awalnya merasa tidak terlalu suka dengan desainnya, dan fitur yg dibawanya. Tapi, ternyata tak kenal maka tak sayang. Ketika menggunakan Samsung Galaxy Note5, barulah terasa apa kehebatan Samsung tersebut. Dengan stylus pen untuk menulis langsung di layar, kualitas warna layar dan luasnya layar sangat menunjang untuk kegiatan sehari-hari. Bahkan ketika layar digunakan sebagai media kanvas menulis atau membuat sketsa gambar, sangat nyaman digunakan. Kualitas kamera pun sangat baik. Di kala kondisi gelap, lampu blitznya mampu menerangi foto yg dihasilkan.

Salah satu foto yg diambil ketika lampu ruangan mati.

Semoga saja kesukaan saya akan ponsel tidak hanya karena melihat merek, tapi karena kualitas dari ponsel tersebut. Semoga kesukaan saya dengan Samsung, tidak hanya sampai di sini saja. Semoga.

Comments

Popular posts from this blog

Kartu Member

Ulasan: Sony Xperia Z2 Tablet, Bukan Baru tapi Luar Biasa

Bahasa Serapan...